Mendayung sampan menyusuri Sungai... itulah yang dilakukan Relawan Bakti Bagi Negeri (BBN) untuk Anak Negeri.
Realitas itu tidak berjalan di ruang
hampa. Fakta berbicara bahwa banyak desa di pelosok negeri ini tidak
bisa dibantah ketertinggalannya. Negara Indonesia diyakini punya
kekayaan alam dan sumber daya melimpah, namun sistem manajemen
pembangunan dan distribusi sumber daya kita belum maksimal.
Bakti Bagi Negeri (BBN) hadir sebagai break-through
(jalan pintas) untuk memperpendek jurang perbedaan itu. Foto-foto di
halaman ini, harus kami tampilkan untuk memperkuat pesan sosial yang
kami usung, tidak bermaksud mengeksploitasi keadaan, tetapi sebagai
bukti bahwa kita SEKAR TELKOM yang menjadi bagian anak negeri harus
berbuat sesuatu.
Berawal dari kehadiran sebuah gerakan
rakyat bernama Indonesia Mengajar (IM) yang dipimpin Anies Baswedan.
Indonesia Mengajar ini merekrut sejumlah sarjana lulusan terbaik dan
berprestasi dari perguruan tinggi ternama Indonesia untuk dikirim ke
pesolok negeri sebagai guru atau tenaga pendidik. Mereka dinamakan
Pengajar Muda. Jumlah mereka terbatas, demikian juga lokasi-lokasi yang
dibantu pun, masih terbatas. Sampai saat ini baru ada di 16 Kabupaten di
seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya Kabupaten Paser Kaltim yang
tersebar di 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Tanah Grogot (SDN 015, SDN 018,
SDN 032), Kecamatan Long Kali (SDN 05, SDN 019, SDN 020), Kecamatan
Tanjung Harapan (SDN 01, SDN 02, SDN 05 dan Kecamatan Paser Balengkong
(SDN 06). Di sepuluh SDN tersebut ditempatkan 10 orang Pengajar Muda.
Mengapa
BBN menyasar program yang sudah dibantu oleh Indonesia Mengajar? Salah
satu alasannya adalah karena ada kesamaan kriteria dalam memilih pihak
yang akan dibantu. Alasan kedua karena bantuan dari IM berupa tenaga
pengajar masih perlu kita lengkapi dengan buku-buku untuk perpustakaan
di masing-masing SDN.
Kabupaten Paser merupakan kabupaten
paling selatan di Kalimantan Timur. Untuk mencapai lokasi ini,
dibutuhkan sekitar 6-7 jam dari Balikpapan. Sebagian perjalanan ditempuh
dengan kendaraan roda 4 sebagiannya lagi harus dicover dengan
Kapal Ferry yang menghubungkan Dermaga Kariango dan Panajam. Desa Rantau
Panjang tidak terlalu jauh dari kota Tanah Grogot, ibukota kabupaten
Paser. Perkiraan jaraknya hanya sekitar 10 kilometer, sinyal telepon
seluler sayup-sayup tampil di display HP, Flexi perkasa dengan satu bar
sinyal. Ketimpangan sosial tergambar dari sarana jalan yang parah,
listrik yang tidak tersedia dan kondisi bangunan milik pemerintah yang
bersahaja. Ketika kami tiba di Desa ini, mereka menghidupkan genset 1000
watt untuk sarana pengeras suara. Balai desa digunakan untuk menerima
kedatangan tim BBN SEKAR TELKOM.
Di
desa ini terdapat satu SDN 032 yang dianugerahi tenaga Pengajar Muda
dari Indonesia Mengajar, namanya Rahmah Dzakiroh, alumnus UNPAD jurusan
Administrasi Negara. Anak muda yang semangat ini terjun ke desa Rantau
Panjang sebagai tenaga yang multi-tasking. Setelah lulus dari
seleksi Indonesia Mengajar (terpilih salah satu dari 47 PM yang
diseleksi dari sekitar 5000 calon), dia dibekali dengan berbagai
keterampilan praktis di luar kompetensi mengajar. Salah satu tim yang
membekali para Pengajar Muda adalah Kopassus. Karena sosok guru di desa
adalah central of excellence. Mereka dituntut memiliki kompetensi yang broadband.
Rahmah, begitu nama panggilannya sehari-hari, tinggal bersama orang tua
angkatnya (Bapak Syamsul), transmigran asal Jawa Barat yang sukses
membangun kehidupan di tanah Paser. “Saya kalau terbangun tengah malam,
tidak dapat membedakan jam 10 malam dengan jam 3 pagi”, Rahmah
menceritakan, karena kebiasaan di desa ini tidur dalam gelap gulita.
Tidak ada penerangan. Listrik swadaya penduduk dengan membelikan solar
sendiri hanya menyala mulai dari pukul 6 sore hingga 2 atau 3 jam
kedepan. Tapi suasana seperti ini justru membuat dia tidak betah tinggal
di Jakarta ketika harus cuti selama dua minggu. “Saya kangen dengan
murid-murid dan suasana desa yang penuh kekeluargaan”. Demikian alasan
Rahmah.
Beda
dengan Franciska Oktavianus (OKA), Sarjana Administrasi Negara Lulusan
UGM. Dia mendapat lokasi mengajar di SDN 015, kecamatan Tanah Grogot.
Lokasi dia mengajar dengan kota hanya dipisah oleh batang Sungai
Kandilu. Namun sungai yang lebarnya hanya sekitar 100 meter itulah yang
menjadi jurang pemisah jaman. Demikian rintihan Oka selama menceritakan
pengalamannya menjadi ibu Guru di SDN penempatannya yang dinding
sekolahnya hanya terbuat dari susunan balok papan seadanya. Bagaimana
tidak, rakyat seberang sungai harus menempuh resiko tinggi untuk sekedar
menyeberang ke kota. Ada jembatan megah yang dibangun negara, tetapi
jembatan itu menjadi pengangguran karena tidak disistim-kan dengan jalan
akses-nya. Itulah ironisme negeri ini. Membangun secara parsial dan
tidak merasa bersalah sedikitpun ketika bangunan itu tak berguna. Di
sisi kota, tepian Sungai Kandilu dilengkapi dengan tempat duduk untuk
bersantai di sore hari. Kami saksikan Senin sore itu beberapa pasang
anak muda duduk-duduk sambil bercengkerama. Di sisi seberang, kami
melihat kehidupan yang lain “dari jauh”. Mereka lalu lalang kasat mata,
namun menurut OKA “Desa kami tertinggal 40 tahun”. Kedua sisi sungai
ini hadir dari jaman yang sama, dengan jarak yang tidak seberapa, namun
keganjilan sistem di negeri ini membuat mereka terpisah secara fisik
maupuan psikologis.
Sejenak,
waktu ditarik kebelakang, OKA ternyata lebih memilih komitmen menjadi
Pengajar Muda di Kalimantan sekalipun dia telah diterima di Bank Danamon
sebagai karyawan tetap dan lulus seleksi kuliah S2 di UGM. Pilihan itu
sangat sulit karena ditentang oleh keluarganya. Jiwa sosial bercampur
avonturisme memanggil OKA ke Kabupaten Paser.
Ada lagi arsitektur lulusan ITB Oktavina
Qurrata Ayun, dipanggil Vivin, dia memilih SDN 019 Long Kali sebagai
tempat mengabdi. Padahal kita tahu arsitek jebolan ITB termasuk sarjana
yang diburu pekerjaan. Tapi Vivin tampaknya tidak menggubris itu.
Meskipun dia juga pernah ikut program pertukaran pelajar antar negara
yang memberinya kesempatan mengecap kehidupan modern di Amerika selama
setahun, tapi Vivin punya idealisme yang pantas diteladani oleh
siapapun. Vivin punya request khusus ke BBN agar bisa juga membantu
Perpustakaan Desa tempat dia tinggal saat ini, nun jauh di Long Kali,
Kabupaten Paser.
Itulah sekilas gambaran tentang profile
Pengajar Muda. Total sepuluh orang sarjana lulusan Perguruan Tinggi
ternama di Kota-kota besar bersedia mengabdikan diri di bidang
pendidikan di desa-desa terpencil. Mereka adalah Rahmah, Dika, Edhy,
Deden, Vivin, Oka, Andrio, Hafiz, Rini dan Hendi.
Komitmen BBN sebagai program jangka
menengah SEKAR TELKOM untuk berbagi dengan kemajemukan bangsa
diperlihatkan Sekjen DPP SEKAR TELKOM, Asep Mulyana yang datang ke Paser
bersama Kabid Kesibo DPP, Dedy Ristanto selaku salah satu Pengarah BBN.
Dari DPW VI, Ketua DPW Arief Hidayat dan Wakil ketua DPW merangkap Steering Committe
BBN Abdul Karim juga hadir disana. Tim BBN juga dilengkapi dengan
kehadiran Srikandi SC BBN, Atik Masyani, karyawati Telkom yang dulunya
pernah menjadi kontributor Cerpen di Majalah Bobo. Ketua Relawan BBN
Nasional, Eyen Ekayatri juga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan
langka ini, sementara Khairul Anam dari DPD Infratel Balikapan ikut
berbagung bersama tim.
BBN
mengantar sekoci penuh 1500 buah buku-buku baru untuk 10 SDN + 11 buah
buku spesial untuk 10 orang Pengajar Muda. Sepuluh Rak buku untuk 10
SDN berasal dari CDC Regional Kalimantan. Sebelumnya ada 186 buku dari
Gerakan Gemar Membaca DPW Kalimantan. Untuk kelancaran operasional ke
lapangan, Tim BBN dibantu oleh Unit General Support UCS Regional VI
Kalimantan berupa dua buah KBM Roda empat + pengemudinya. Kepada para
donatur dan semua pihak yang rela membantu, SEKAR TELKOM dan Tim BBN
hanya bisa menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tak
terhingga.
Event Rantau Panjang ini adalah event
perdana BBN. Bila dihitung secara kuantitas jumlah buku yang telah
direalisasikan baru mencapai 0.3%, masih panjang jalan yang akan kita
tempuh untuk mewujudkan big dream ½ juta buku, namun kami percaya hal itu dapat diwujudkan.
BBN menggali dana dari anggota SEKAR
TELKOM dan donatur, maupun melalui event-event khusus. Misalnya pada
Kegiatan “Funbike” 17 Maret 2012 dalam rangka HUT SEKAR TELKOM di
Bandung, uang pendaftaran peserta Funbike disisihkan untuk BBN sebesar
Rp. 5.000. Dari event itu BBN mendapat bantuan dana sekitar Rp. 15 juta
rupiah. Dari anggota juga sudah mulai mengalir transfer ke rekening BBN.
Rencananya, bekerja sama dengan HR Center dan IS Center, SEKAR TELKOM BBN akan melaunching program pengumpulan dana dari anggota melalui pemotongan gaji payroll,
secara suka rela dengan besaran yang telah ditentukan. Aplikasi sudah
disiapkan dan akan segera diluncurkan lewat Portal Telkom melalui Menu
Pojok Info, setelah proses validasi dan trial selesai dilaksanakan. Anggota SEKAR TELKOM yang bersedia menjadi donatur dapat mengisi form aplikasi online di
Portal nantinya sebagai dasar bagi HR untuk melakukan pemotongan gaji.
Kami sangat berharap banyak Karyawan TELKOM yang akan berpartisipasi
dalam program ini. Gunakan kesempatan ini untuk memperkuat soliditas dan
solidarits kita. Beramal dan berbagi untuk anak negeri. Jadilah bagian
penting dalam amanah yang mulia ini.
Insya Allah tanggal 11 Mei nanti akan
diselenggarakan RUPS Tahunan TELKOM. Sebagaimana biasa setelah RUPS akan
dibagikan Jasa Produksi kepada karyawan. Kami tidak berani menebak
kapan tanggal dibagikannya, namun yang jelas PKB IV telah mengamanatkan
demikian. Kita tunggu berita tanggal jasprodnya, sementara kami dengan
sabar menunggu uluran tangan anda, jiwa-jiwa dermawan yang tersebar di
seluruh penjuru Indonesia yang juga telah mengabdikan dirinya untuk
kemajuan dan kejayaan TELKOM. Jadi kita semua dalam posisi menunggu
karena mereka, anak-anak kebanggaan negeri nun jauh di sudut-sudut tanah
air ini juga menunggu, ....Majene, Tulang Bawang, Rote Ndao, Lebak,
Bengkalis, Putusibau, Maltengbar, Kapuas Hulu, Musi Banyuasin, Bawean
dan 250 lokasi terpencil lain yang ada di jagad raya Republik yang kita
cintai ini.
Rekening BBN : BANK MANDIRI a.n SEKAR TELKOM BAKTI BAGI NEGERI (131-00-1054545-9)
Email :
baktibadinegeri@telkom.cc
Blog : http://baktibaginegeri.org
Facebook : http://www.facebook.com/baktibaginegeri
Twitter : http://www.twitter.com/BaktiBagiNegeri
Flexi : 022 – 7070 4040
sumber: SEKAR DIY






0 komentar:
Post a Comment