Apakah Anda pengguna Windows 64-bit? Tentunya ada beberapa aplikasi yang biasa Anda jalankan di Windows 32-bit, ternyata tidak kompatibel dengan 64-bit (x64). Salah satu aplikasi yang sulit ditemukan adalah Odyssey Access Client x64. Nah, saya sudah menemukannya.
Silakan diunduh/ di-download di sini
Semoga bermanfaat...!
Download Odyssey Access Client (OAC) x64
1:33 PM |
Label:
Informasi dan Teknologi
4Read User's Comments
Memilih Gadget sesuai dengan kebutuhan
3:24 AM |
Label:
Informasi dan Teknolgi
Banyak orang yang menggunakan gadget tidaklah sesuai dengan kebutuhan, bisa jadi karena sebuah keinginan. Ya, keinginan. Bahkan kebanyakan hanya sekadar pemenuhan gaya hidup. Namun tak bisa dipungkiri bahwa semua itu tergantung pada selera seseorang.
Saat ini banyaknya gadget, dengan berbagai macam merk serta fitur yang ditawarkan, 'memaksa' para penggemar gadget harus mencicipi 'kelezatan' fitur yang ditawarkan. Apalagi dengan harga yang tidak terlalu mahal, para penggemar gadget bebas memilih apa saja yang diinginkan. Salah satu gadget yang paing diminati adalah ponsel. Saat ini, ponsel bukanlah menjadi barang mewah, bahkan ini sudah menjadi kebutuhan primer. Begitu mudahnya orang terhubung antara yang satu dengan yang lainnya, ini yang menjadi alasan utama mengapa orang harus punya ponsel.
So, gadget seharusnya bisa menjadi sarana atau alat yang bisa menunjang kerja-kerja positif kita. Kalau hanya sekadar pemenuhan gaya hidup, ya akan jadi korban 'keganasan' gadget. Hehehe....
Employee Revolution, Bagaimana Memaknai Pekerjaan
2:57 AM |
Label:
Human Resource
“Jika seorang tahu makna pekerjannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting dia akan membuat pekerjaanya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.”
ANDA seorang karyawan? Kalau iya, apakah Anda sudah siap menjadi seorang bos? Mungkin statement ini terdengar terlalu naif, namun hal itu sangat mungkin terjadi. Seperti salah satu kisah yang diceritakan di buku Employee Revolution. Cerita yang sangat inspiratif berjudul, Mr. Benz dan Tukang Ledeng.
Suatu hari bos Mercedes Benz mempunyai masalah dengan kran air di rumahhya. Kran itu selalu bocor hingga dia khawatir anaknya terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelepon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya.
Perjanjian perbaikan ditentukan dua hari kemudian. Rupanya si tukang ledeng cukup sibuk hari itu. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelepon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman. Satu hari setelah ditelepon Mr. Benz, pak tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Bos Mercy pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara si tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah diutak-atik di sana-sini, kran pun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya. Sekitar dua minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah tidak ada masalah?
Mr. Benz berpikir, pasti orang ini hebat waalupun cuma tukang ledeng. Dia menjawab di telepon bahwa kran di rumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng.
Tahukah Anda, bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya? Ya, namanya Christopher L. Jr, dan saat ini menjabat sebagai General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedes Benz!
Tahukah Anda, bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya? Ya, namanya Christopher L. Jr, dan saat ini menjabat sebagai General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedes Benz!
Masih banyak kisah-kisah yang akan mengejutkan Anda di buku Employee Revolution, karya Jumadi Subur, penulis yang sudah berpengalaman 15 tahun bekerja di bagian Technical Operation, IT, Customer Service, Marketing Communication, dan HRD Manager pada perusahaan telekomunikasi terkemuka. Penulis dengan sangat akurat memaparkan data dan analisisnya kepada pembaca mengenai betapa berharganya menjadi karyawan, bila jiwa yang kita punyai adalah keikhlasan dalam bekerja, dan kepuasan untuk orang lain. Bangunlah personal brand Anda dan tunjukan bahwa Anda berharga untuk perusahaan.
Dalam buku yang diterbitkan oleh Penerbit Raih Asa Sukses ini, penulis menjabarkan 7 mentalitas karyawan luar biasa yang menjadi elemen penting mencapai Employee Revolution. Jika saat ini rasa penasaran Anda mulai muncul, dan perlahan-lahan motivasi anda membumbung untuk mengetahui rahasia apa di balik buku ini, secara tidak langsung, diri Anda sudah mengizinkan untuk merasakan langsung khasiatnya. Selamat membaca!Sumber: PortalHR.com
Multitasking, menghemat waktu atau membuang waktu?
2:43 AM |
Terlalu sering, multitasking dipromosikan sebagai cara yang paling efisien untuk memenuhi tuntutan masyarakat modern yang kompleks dan mencapai lebih banyak dalam jumlah waktu yang sama. Apakah Anda pernah mencoba untuk mengerjakan sebuah dokumen, sementara menjelajah internet atau berbicara di telepon? Anda tidak mencapai banyak, dan waktu secara misterius menghilang. Lebih buruk lagi, sering Anda merasa seolah-olah Anda belum melakukan yang terbaik.
Dalam kehidupan pribadi maupun di kantor, mencoba untuk melakukan banyak hal secara bersamaan dapat benar-benar memiliki efek sebaliknya, itu membuat pekerjaan Anda kurang efisien, justru Anda menjadi stres dan jengkel.
Manusia bukanlah komputer. Komputer bisa multitasking dengan mudah; sistem operasi mampu menjalankan sejumlah program tanpa mengorbankan akurasi atau ketenangan pikiran. Komputer yang khusus dibangun untuk menangani lebih dari satu tugas pada satu waktu, sementara Anda tidak. Meskipun ada beberapa tugas yang mudah di mana Anda dapat melakukan banyak tugas, seperti makan dan menonton televisi.
Namun demikian, jika Anda mencoba untuk multitask di rumah atau di tempat kerja Anda mungkin mengacaukan sesuatu di hari Anda seharusnya berlibur.
Dalam kehidupan pribadi maupun di kantor, mencoba untuk melakukan banyak hal secara bersamaan dapat benar-benar memiliki efek sebaliknya, itu membuat pekerjaan Anda kurang efisien, justru Anda menjadi stres dan jengkel.
Manusia bukanlah komputer. Komputer bisa multitasking dengan mudah; sistem operasi mampu menjalankan sejumlah program tanpa mengorbankan akurasi atau ketenangan pikiran. Komputer yang khusus dibangun untuk menangani lebih dari satu tugas pada satu waktu, sementara Anda tidak. Meskipun ada beberapa tugas yang mudah di mana Anda dapat melakukan banyak tugas, seperti makan dan menonton televisi.
Namun demikian, jika Anda mencoba untuk multitask di rumah atau di tempat kerja Anda mungkin mengacaukan sesuatu di hari Anda seharusnya berlibur.
(diadaptasi dari http://www.humanresourcesiq.com oleh Jeff Davidson)
Subscribe to:
Posts (Atom)








